Cara Terbaik Untuk Menyaksikan Hujan meteor Perseid


Cara Terbaik Untuk Menyaksikan Hujan meteor Perseid – Hujan meteor Perseid akan menghias di langit Bumi pada akhir pekan ini lebih tepatnya pada 11-12 Agustus 2018. Peristiwa alam yang sangat langka ini bisa Anda saksikan tepat pada pukul dua dini hari.
Cara Terbaik Untuk Menyaksikan Hujan meteor Perseid
Cara Terbaik Untuk Menyaksikan Hujan meteor Perseid
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau sering dipanggil dengan sebutan NASA, dan untuk cara terbaik menyaksikan hujan meteor Perseid ini yaitu dengan menghindari tempat berpolusi cahaya. Maksudnya seperti tempat-tempat di daerah perkotaan yang dipenuhi lampu serta gedung-gedung yang tinggi.

“Untuk dapat menyaksikan hujan meteor ini, Anda harus menghindari tempat yang banyak cahaya, terutama bagi kalian yang ingin memotret pemandangan hujan meteor. Karena itu, tempat yang minim polusi cahayanya seperti desa, padang rumput, sawah, dan pegunungan adalah tempat yang pas bagi kalian yang ingin menyaksikan hujan meteor Perseid yang menghiasi langit malam.

Di kesempatan yang sama pula, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Thomas Djamaluddin), mengakui bahwa meteor Perseid adalah salah satu jenis meteor yang kuat.

“Perseid merupakan hujan meteor yang kuat. Jumlah meteornya per jamnya sangatlah banyak”. Bagi masyarakat indonesia juga bisa menyaksikan hujan meteor Perseid hanya dengan mata telanjang tanpa alat bantu apapun. Dengan syarat langit harus cerah dan tidak berpolusi cahaya.

Apa itu Hujan Meteor Perseid ?
Peristiwa alam langka yang tentu rasanya tidak bisa dilewatkan begitu saja, apalagi jika Anda sangat menyukai fenomena alam luar angkasa.
Dan hasil prediksi adalah ada sekitar 60-70 meteor per jam yang akan melesat di langit malam.

Badan Antariksa Amerika Serika (NASA) mengungkap waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor perseid ini, yaitu pukul dua dini hari waktu setempat.

Sebagai tambahan informasi, fenomena hujan meteor Perseid selalu terjadi pada setiap musim panas dan berlangsung setiap tahunnya.

Meteor ini berasal dari pecahan komet Swift-Tuttle yang sebenarnya hanya melewati Bumi setiap 133 tahun dalam perjalanannya mengitari Matahari.

Meteor perseid ini adalah pecahan dari sebuah komet yang sebelumnya mengitari orbit dan secara terus-menerus terbakar sehingga pecahannyalah yang akan terbentuk menjadi sebuah hujan meteor yang memiliki kecepatan kurang lebih 59 Kilometer per detik.

1 Obrolan seru!

✔ Silahkan Berikan Komentar Anda Setelah Membaca Artikel di Atas
✖ No Live Link
✖ No Promotion
Show EmoticonHide Emoticon